PMI Maluku: Prosedur Penggunaan Tandu yang Benar untuk Minimalkan Cedera Pasien

Di wilayah dengan geografis yang menantang seperti Maluku, proses evakuasi medis sering kali melibatkan medan yang sulit. Oleh karena itu, penguasaan prosedur evakuasi menjadi sangat krusial bagi setiap personel di lapangan. Salah satu keterampilan dasar yang sering dianggap sepele namun memiliki dampak fatal jika salah dilakukan adalah penggunaan tandu. PMI Maluku secara intensif mengedukasi seluruh relawannya bahwa cara membawa pasien yang tidak tepat dapat memperparah cedera yang dialami oleh pasien tersebut.

Kesalahan teknis dalam memindahkan pasien dari lokasi kejadian ke ambulans sering terjadi karena kurangnya koordinasi. Prosedur yang benar harus dimulai dari penilaian kondisi awal. Apakah pasien mengalami cedera tulang belakang? Jika ya, maka penggunaan tandu harus disertai dengan spine board atau alat imobilisasi yang tepat. PMI Maluku menekankan bahwa setiap relawan harus mampu melakukan teknik log rolling atau memiringkan pasien dengan satu kesatuan gerak untuk meminimalisir guncangan pada area vital. Gerakan yang tersentak-sentak saat mengangkat tandu dapat menyebabkan pergeseran tulang yang memperburuk kondisi medis pasien secara permanen.

Selain teknik angkat, posisi tubuh saat membawa tandu juga sangat menentukan keamanan. Relawan diajarkan untuk menggunakan otot kaki saat mengangkat, bukan otot punggung, untuk mencegah kelelahan dini pada diri mereka sendiri. Dalam kondisi medan yang tidak rata atau sempit seperti di pemukiman padat atau perbukitan Maluku, sinkronisasi langkah antara pembawa tandu di depan dan di belakang sangatlah vital. Ketidakseimbangan sedikit saja dapat menyebabkan pasien terjatuh atau mengalami guncangan hebat yang tentu tidak diinginkan bagi mereka yang sudah berada dalam kondisi kritis.

Latihan rutin menjadi kunci utama. PMI Maluku menyelenggarakan workshop simulasi secara berkala di berbagai titik. Dalam simulasi ini, relawan dilatih untuk menghadapi berbagai skenario, termasuk menuruni tangga atau melewati medan bebatuan dengan tetap menjaga posisi tandu tetap horizontal. Penguasaan teknik ini tidak hanya melindungi pasien, tetapi juga memberikan rasa aman dan percaya diri kepada keluarga pasien saat mereka melihat tim medis bekerja dengan profesional dan terstruktur. Ini adalah bagian dari pembangunan kepercayaan publik terhadap lembaga kemanusiaan.

Mungkin Anda juga menyukai