Keahlian Dasar PMI: Pertolongan Pertama di Lapangan

Di tengah situasi darurat, baik itu kecelakaan sehari-hari, insiden massal, atau bencana alam, detik-detik pertama setelah kejadian sangat menentukan prognosis korban. Palang Merah Indonesia (PMI) dikenal luas karena respons cepat dan keterampilan medis dasar yang dimiliki relawannya. Salah satu fondasi utama kesiapsiagaan PMI adalah penguasaan Keahlian Dasar PMI: Pertolongan Pertama di Lapangan. Kemampuan memberikan penanganan awal yang tepat dan cepat, sebelum bantuan medis profesional tiba, seringkali menjadi pembeda antara hidup dan mati. Keahlian ini mencakup serangkaian prosedur yang dirancang untuk menjaga kestabilan kondisi korban dan mencegah perburukan luka.

Pelatihan Pertolongan Pertama (PP) bagi relawan PMI sangat intensif dan berjenjang. Setiap relawan wajib menjalani kursus yang mencakup materi seperti Resusitasi Jantung Paru (RJP), penanganan perdarahan, syok, patah tulang, dan cedera termal. Materi ini harus diperbaharui secara berkala. Misalnya, di PMI Cabang Kota Semarang, Jawa Tengah, setiap relawan diwajibkan mengikuti pelatihan penyegaran PP minimal Satu tahun sekali pada bulan Maret. Pelatihan ini dipimpin oleh instruktur bersertifikat, Bapak Agung Santoso, dan berpedoman pada standar global International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC).

Dalam penugasan di lapangan, Keahlian Dasar PMI: Pertolongan Pertama di Lapangan diuji dalam situasi yang serba cepat dan berisiko tinggi. Saat terjadi kecelakaan lalu lintas besar di jalur Jalan Tol Cipularang KM 90 pada September 2019, tim Ambulance PMI yang tiba di lokasi segera menerapkan prinsip Triage untuk menentukan prioritas penanganan korban. Mereka mengutamakan korban dengan perdarahan masif dan gangguan pernapasan, melakukan RJP jika diperlukan, dan menghentikan perdarahan menggunakan teknik balut tekan. Hal ini memastikan sumber daya medis diarahkan secara efisien kepada mereka yang paling membutuhkan pertolongan.

PMI juga aktif dalam menyediakan pertolongan pertama selama fase tanggap darurat bencana. Di lokasi pengungsian pasca-banjir di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, pada November 2021, Posko Kesehatan PMI yang didirikan di halaman Puskesmas Pembantu menerima rata-rata 50 hingga 70 pasien per Hari, sebagian besar menderita infeksi kulit dan penyakit saluran pernapasan atas (ISPA). Relawan PMI menggunakan Keahlian Dasar PMI: Pertolongan Pertama di Lapangan untuk mendiagnosis awal, memberikan obat-obatan dasar, serta merujuk kasus yang memerlukan penanganan lebih lanjut ke rumah sakit. Kolaborasi dengan pihak medis dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang sangat krusial dalam operasi ini, yang berlangsung selama Dua minggu. Dengan persiapan yang matang dan keterampilan yang teruji, PMI menjadi garda terdepan keselamatan masyarakat.

Mungkin Anda juga menyukai