Air Bersih dan Sanitasi: Peran Hygiene Promotor PMI dalam Mencegah Wabah Penyakit di Posko

Ketika sebuah bencana melanda, kebutuhan akan tempat berlindung dan makanan seringkali menjadi perhatian utama, namun ancaman yang paling mematikan seringkali tidak terlihat: penyakit. Di posko pengungsian yang padat dan memiliki keterbatasan sumber daya, akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak adalah garis pertahanan pertama untuk Mencegah Wabah Penyakit. Palang Merah Indonesia (PMI) menempatkan Hygiene Promotor sebagai garda terdepan dalam misi ini. Peran mereka melampaui penyediaan fasilitas fisik; mereka adalah agen perubahan perilaku yang sangat penting untuk Mencegah Wabah Penyakit yang dapat menyebar dengan cepat di lingkungan rentan.


Peran Kunci Hygiene Promotor PMI

Hygiene Promotor (HP) PMI adalah relawan yang dilatih khusus untuk bekerja di lingkungan pengungsian. Tugas utama mereka adalah mengedukasi masyarakat pengungsi tentang praktik hygiene dan sanitasi yang benar. Mereka memahami bahwa membangun toilet dan menyediakan air bersih tidak akan efektif jika tidak disertai perubahan perilaku.

Tugas spesifik HP PMI meliputi:

  1. Edukasi Cuci Tangan: HP mengajarkan teknik cuci tangan enam langkah yang benar, menekankan pentingnya menggunakan sabun setelah buang air besar dan sebelum makan. PMI Cabang di wilayah bencana alam gempa bumi pada tanggal 15 Maret 2025, mencatat bahwa setelah intervensi intensif HP selama satu minggu, persentase pengungsi yang mencuci tangan dengan sabun setelah dari fasilitas sanitasi meningkat dari 40% menjadi 85%.
  2. Manajemen Sampah: HP memimpin pembentukan komite kebersihan di dalam posko pengungsian untuk mengelola sampah dan limbah rumah tangga, Mencegah Wabah Penyakit yang ditularkan oleh vektor seperti lalat dan tikus.
  3. Promosi Penggunaan Jamban: HP memastikan semua pengungsi memahami dan menggunakan jamban yang telah disediakan oleh tim Water Sanitation and Hygiene (WASH) PMI, alih-alih buang air besar sembarangan (Open Defecation), yang merupakan sumber utama penyebaran kolera dan diare.

Infrastruktur Air dan Sanitasi

PMI, melalui tim WASH, bertanggung jawab menyediakan air bersih yang aman untuk dikonsumsi. Ini bisa melibatkan pemasangan sistem filtrasi portabel atau pengiriman air tangki. Kualitas air secara berkala diuji menggunakan alat khusus. Di Posko Pengungsian Utama (PU) yang menampung 5.000 jiwa pasca-banjir besar di daerah Timur pada hari Jumat, 2 November 2024, tim WASH PMI mengoperasikan dua unit instalasi pengolahan air minum berkapasitas 50.000 liter per hari.

Selain air, sanitasi merupakan prioritas. Standar kemanusiaan internasional menetapkan rasio tertentu untuk fasilitas sanitasi. HP PMI memastikan bahwa, misalnya, setidaknya ada satu unit toilet untuk setiap 20 orang. Mereka juga bertanggung jawab mendistribusikan alat kebersihan pribadi (Hygiene Kits) yang berisi sabun, sikat gigi, pasta gigi, dan pembalut wanita, memastikan martabat dan kesehatan setiap pengungsi terjaga.

Melalui kerja keras Hygiene Promotor dan penyediaan infrastruktur WASH yang cepat, PMI secara efektif memitigasi risiko kesehatan sekunder di pengungsian, memastikan bahwa para penyintas tidak perlu menghadapi bencana kedua berupa epidemi penyakit.

Mungkin Anda juga menyukai