Pertolongan Pertama Anak Tenggelam: Langkah Bantuan Napas & Resusitasi (RJP)

Insiden kecelakaan di area perairan seperti kolam atau pantai membutuhkan kewaspadaan penuh dan tindakan penyelamatan darurat yang sangat cepat. Saat berlibur di kawasan pantai, selain mewaspadai bahaya kena sengatan ubur-ubur pada kulit, pemahaman teknis mengenai pertolongan pertama korban anak tenggelam menjadi keterampilan krusial yang wajib dikuasai penolong. Kecepatan tindakan dalam hitungan detik menentukan suplai oksigen ke otak korban yang terhenti.

Langkah awal adalah memindahkan tubuh korban anak tenggelam keluar dari air menuju area datar yang keras dan aman secepat mungkin. Periksa tingkat kesadaran anak dengan memanggil nama atau menepuk bahunya secara perlahan namun tegas. Mintalah bantuan warga sekitar untuk segera menghubungi layanan ambulan emergency sembari Anda bersiap melakukan tindakan pemeriksaan napas.

Posisikan kepala anak sedikit mendongak ke atas dan angkat dagunya untuk membuka jalan napas dari kemungkinan penyumbatan cairan atau kotoran. Tempelkan telinga Anda dekat hidung korban untuk mendengarkan serta merasakan ada tidaknya hembusan napas selama sepuluh detik. Jika anak tidak bernapas atau hanya menggapai-gapai udara, segera berikan lima kali bantuan napas buatan awal secara berurutan.

Lanjutkan dengan prosedur Resusitasi Jantung Paru (RJP) dengan menekan bagian tengah dada anak menggunakan satu atau dua tumit telapak tangan. Lakukan kompresi dada sebanyak 30 kali dengan kedalaman sekitar 4-5 centimeter diikuti dengan pemberian 2 kali hembusan napas buatan secara ritmis. Kombinasi tekanan dada dan bantuan napas RJP ini terus dilakukan hingga anak mulai bernapas atau tim medis tiba.

Jika korban anak tenggelam mulai menunjukkan respons batuk atau muntah air, segera miringkan tubuhnya ke posisi pemulihan samping. Posisi miring ini mencegah timbulnya aspirasi, yaitu cairan muntahan masuk kembali ke dalam saluran paru-paru anak. Selimuti tubuh anak menggunakan kain atau handuk kering untuk mencegah terjadinya komplikasi hipotermia pasca tenggelam.

Setiap korban insiden air wajib dibawa ke fasilitas rumah sakit terdekat meskipun kondisi fisiknya tampak sudah pulih pasca penyelamatan. Bahaya kondisi kecelakaan tenggelam susulan (secondary drowning) dapat memicu penumpukan cairan paru-paru dalam kurun waktu 24 jam kemudian. Prosedur pertolongan yang tepat dan evaluasi medis profesional menyelamatkan nyawa buah hati secara efektif.

Mungkin Anda juga menyukai